Dewasa ini seringkali masih saja terjadi satu fenomena yang erat berkaitan dengan dunia gaib, diantaranya yang seolah jadi trend adalah masalah sakit yang diluar kewajaran ataupun kesurupan. Dan masalah kesurupan ini terjadi tidak hanya pada satu orang saja, tapi secara masal di satu sekolah atau instansi.

Ada beberapa cara yang bisa dijadikan semacam first aid, atau pertolongan pertama jika menjumpai hal semacam itu. Yang penting jangan panik, jangan sampai pingsan dengan menjaga kesadaran bahwa kaki anda masih melekat kuat berpijak di tanah dan yang penting percaya penuh bahwa roh spiritual yang ada pada diri manusia lebih kuat dari roh apapun. Sebab manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia.


Ritual atau Tata Cara pengobatan:
  • Mantapkan hati dengan berpikir bahwa anda lebih berkuasa dari anak atau orang yang sedang menderita sakit aneh ataupun kesurupan.
  • Pandang matanya dengan tajam

Baca mantera dibawah ini 3 kali, setiap habis membaca hembus ubun ubun si penderita
Salalahu Alaihi wasalam
gumbalageni siro boyo putih kang kambang ono tengahi segoro
samubarang sirno dening gumbalageni
Salalahu Alaihi wasalam 3 x

Dalam menjalankan semedi atau tapa brata seringkali banyak godaan yang akan dialami. Hal itu sangat wajar karena memang tujuan utama dalam melakukan ritual ini adalah untuk menekan sekecil mungkin keinginan jasmani sehingga roh spiritual yang ada didalam jiwa orang tersebut akan semakin menguat.


Seperti telah kita ketahui sebelumnya, bahwa keinginan daging atau keinginan jasmani berbanding terbalik dengan keinginan roh spiritual. Jadi apabila keinginan jasmani 70 persen maka keinginan roh adalah 30 persen, demikian seterusnya.

Untuk memberikan jiwa agar tetap tabah dalam melakukan semedi tapa brata ini ada mantera yang bisa digunakan.

Ingsun nutup rahso
sang sir rahso payungono ingsun
rahso mangan cahyo, cahyo mangan rahso
langgeng ing ciptaku
tetep mantep tan kena owah
Dalam bahasa Indonesia:

Aku menutup rasa
rasa menelan cahaya, cahaya menelan rasa
langgeng dalam pikiranku
tetap mantap tiada berubah


Mantra ini dibaca setiap matahari turun ke barat, atau sekitar pukul 6 malam.

Tapa brata atau lebih dikenal dengan semedi atau tirakat adalah salah satu cara untuk menutup keinginan daging, atau hasrat jasmani sehingga spirit atau roh dalam jiwa seseorang menjadi kuat. Apabila seseorang memiliki roh yang kuat maka banyak hal yang bisa dilakukan baik dari segi positif maupun negatif. Semua tergantung pada nurani dari pribadi yang melakukannya. Karena itulah maka di dunia ini dikenal ada dua basic imu yang dominan, yaitu black magic dan white magic.

Black magic maupun white magic selalu mensyaratkan pada penggunanya untuk melakukan ritual atau tata cara yang dikenal dengan nama semedi atau tapa brata ini.

Sebenarmya banyak hal yang bisa dijelaskan mengenai ritual ini, seperti godaan selama menjalani ritual tapa brata ini. Hal ini bisa jadi merupakan semacam ujian bagi penggunanya, apakah berhasil lulus atau tidak. Akan tetapi pada prinsipnya adalah, apakah orang yang melakukan tersebut bisa menekan keinginan badaniah nya.

Ada hal pokok yang harus dilakukan sebelum melakukan semedi ini yaitu mandi di alam terbuka atau mandi tanpa ada atap diatasnya. Sebelum mandi baca mantera ini:

Niyatingsun adus, angedusi badan kayun
mangging toya rabani
dus lali, dus mani,
badan adus den dushi podho badan
roh adus den dusi podho roh
suksmo adus den dusi podho suksmo
dat teles suksmo ngalam
dat urip tan keno kawoworan
urip sajroning karso
ingsun adus banyu saking kodratullah
byur njobo, suci sajroning badhan rabani
alahu sakarso, alahun galaihi wasalam





Exploitation of Spirit Dimension
Your Ad Here