Showing posts with label Keris. Show all posts
Showing posts with label Keris. Show all posts

Setelah melakukan ritual semacam uluk salam, memberi salam maka tahapan berikutnya adalah inti dari pengenalan dan pengisian sebuah keris atau besi bertuah:

Keluarkan keris dari sarung warangkanya dengan mantera:
Iman sari sukmo mulyo, tinampana podho sukmo,
telek erang araning wesi, ter putih araning waja
mati roso araning cahyo
wesi pulasani aku njaluk weruh gelem melu aku opo ora

Keris lalu diberi kemenyan dan bunga, ucapkan mantera:
wesi pulasani diaturi dhahar sego putih gondo arum

Setelah itu lalu keris diletakkan diatas tanda silang yang telah dibuat sebelumnya. Beri tanah tersebut bunga, diamkan sampai beberapa saat. Keris kemudian diangkat dan sarungkan kembali kedalam warangkanya.

Tahapan terakhir adalah berkomunikasi dengan keris tersebut, caranya cukup mudah yaitu dengan meletakkannya dibawah bantal sebelum kita tidur. Komunikasi ini yang akan menentukan apakah keris tersebut mau ikut dengan kita atau tidak, kalau mau ikut tentu roh penunggu keris akan memperkenalkan diri kepada kita.

Satu hal penting yang harus kita ingat adalah dalam melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan benda pusaka adalah memberikan perlakuan hormat, sebab apabila dalam memperlakukan benda benda tersebut kita melakukan tanpa perasaan apa apa, percuma saja, sebab itu sama saja dengan memperlakukan benda mati yang tidak mempunyai kekuatan apa apa.

Tips Keris Besi Bertuah

Wednesday, December 12, 2007

Jika menemukan sebuah keris atau besi yang dianggap betuah, apa yang harus dilakukan? Haruskah mencari dukun atau orang pintar? Bagaimana agar tahu apakah itu bertuah atau tidak?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang wajar, apalagi bagi orang yang sediki atau bahkan tidak tahu sama sekali mengenai benda pusaka.

Sebenarnya secara sederhana, ada satu cara yang kita lakukan pertama kali untuk menjawab pertanyaan diatas. Bahkan bisa dilakukan untuk keris, besi bertuah , benda pusaka atau bahkan untuk semua benda yang kita ingin agar menjadi sebuah jimat atau pusaka. Syaratnya adalah keberanian, keyakinan dan pengendalian diri.

Setelah merasa bahwa yakin bisa melakukan ketiga hal penting diatas, hal yang harus dilakukan kemudian adalah:
  • Penghormatan
  • Pemberian syarat atau penawaran

Penghormatan
Tentukan arah mata angin yang tepat lebih dulu, buat tanda silang ditanah, tarik garis lurus dari utara ke selatan kemudian dari barat ke timur, panjang garis secukupnya saja. Setelah selesai ucapkan mantera: Yahoa

Mengenai pemberian syarat atau Penawaran akan kita pelajari bersama dalam artikel selanjutnya

Exploitation of Spirit Dimension
Your Ad Here