Cukup banyak sebetulnya versi untuk perhitungan pernikahan suami istri. Kali ini kita akan membahas satu diantaranya. Pada perhitungan ini yang harus diketahui adalah berapa jumlah neptu kelahiran suami dan isteri, kemudian dijumlahkan. Hasil penjumlahan tersebut lalu dibagi dengan dasar angka 7 atau 10. Kenapa mesti menggunakan dua macam angka untuk pembagian tersebut?, hal itu disebabkan karena dalam pembagian jumlah tersebut sisanya tidak boleh melebihi 7.

Misalkan suami lahir Sabtu Kliwon, neptunya 9 + 8 = 17, isteri lahir Rabu Wage, neptunya 7 + 4 = 11. Jumlah Neptu keduanya adalah 28, maka jika dibagi 10 berarti 2 lebih 8. Kelebihan yang berjumlah 8 ini tidak diperbolehkan.

Maka dasar angka pembagi yang diambil adalah 7. Sehingga 28 habis dibagi 7. Nah... apabila terjadi demikian maka dasar penghitungan yang diambil bukanlah 0 melainkan 7. Dari angka 7 ini kemudian dapat diambil kesimpulan (7 = Lebu Katiup Angin)


Hal ini dikarenakan dalam perhitungan versi ini, hanya dikenal angka sisa sampai dengan 7. Sebab bagaimanapun 7 adalah angka Misteri.


Kesimpulan Arti sisa bilangan:
1 = Wasesa Segara
Sudi memberi maaf, baik budi, besar pribadinya, berwibawa, lapang dada

2 = Tunggak Semi
Banyak rejeki

3 = Satria Wibawa
Kemuliaan dan keluhuran akan diperoleh keduanya

4 = Sumur Sinaba
Sumber pengetahuan dan tempat bertanya

5 = Satria Wirang
Akan menanggung susah, malu (penolaknya adalah darah; dengan lain kata menyembelih hewan sebagai korban)

6 = Bumi Kapetak
Hatinya kalut, Rajin bekerja, tahan menderita sengsara, selalu menjaga kebersihan (penolaknya adalah menanam tanah)

7 = Lebu Katiup Angin
Tidak akan terkabul keinginannya, sering berpindah rumah, sengsara (penolaknya adalah menyebar tanah)


Link untuk Untuk mengetahui Neptu Hari dan Neptu Pasar

0 comments
Your Ad Here