Setelah melakukan ritual semacam uluk salam, memberi salam maka tahapan berikutnya adalah inti dari pengenalan dan pengisian sebuah keris atau besi bertuah:

Keluarkan keris dari sarung warangkanya dengan mantera:
Iman sari sukmo mulyo, tinampana podho sukmo,
telek erang araning wesi, ter putih araning waja
mati roso araning cahyo
wesi pulasani aku njaluk weruh gelem melu aku opo ora

Keris lalu diberi kemenyan dan bunga, ucapkan mantera:
wesi pulasani diaturi dhahar sego putih gondo arum

Setelah itu lalu keris diletakkan diatas tanda silang yang telah dibuat sebelumnya. Beri tanah tersebut bunga, diamkan sampai beberapa saat. Keris kemudian diangkat dan sarungkan kembali kedalam warangkanya.

Tahapan terakhir adalah berkomunikasi dengan keris tersebut, caranya cukup mudah yaitu dengan meletakkannya dibawah bantal sebelum kita tidur. Komunikasi ini yang akan menentukan apakah keris tersebut mau ikut dengan kita atau tidak, kalau mau ikut tentu roh penunggu keris akan memperkenalkan diri kepada kita.

Satu hal penting yang harus kita ingat adalah dalam melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan benda pusaka adalah memberikan perlakuan hormat, sebab apabila dalam memperlakukan benda benda tersebut kita melakukan tanpa perasaan apa apa, percuma saja, sebab itu sama saja dengan memperlakukan benda mati yang tidak mempunyai kekuatan apa apa.

0 comments
Your Ad Here