AJI BANGOTONTONG

Pernahkah anda melihat seorang Orator yang begitu ulung, pembicara yang begitu hebat didalam satu forum. Sehingga meskipun banyak orang yang hadir, apabila dia berbicara maka orang lain seakan terdiam dan hanya bisa mengangguk saja, padahal anda tahu setelah si orator itu pergi para audience yang mendengarkan tadi mulai ngedumel dan menampakkan ketidak setujuan mereka terhadap apa yang dibicarakan oleh Orator tadi.

Tahukah anda bahwa ada satu ajian yang bekerja begitu hebat untuk kepentingan tersebut, di kalangan masyarakat Jawa ajian itu dikenal dengan nama Aji Bangotontong, Bangotontong sendiri dalam bahasa Indonesia berarti nama hewan dari jenis burung Bangau. Tidak jelas mengapa mantra itu dinamakan Bangotontong, mungkin karena mulut bangau tontong itu besar dan mengantong sehingga si pembaca mantera tersebut akan memiliki mulut yang besar dan mengantong, mungkin saja. Yang jelas saya tidak mengetahui alasan yang pasti.

Pasti tidak semua Orator maupun pembicara hebat menggunakan ajian ini, akan tetapi karena memang ajian ini ada sejak nenek moyang kita dahulu dan mungkin masih eksis sampai sekarang, bukan tidak mungkin aji mantra ini masih digunakan.


Untuk mengamalkan Aji Bangotongtong tersebut, Ritual yang harus dipenuhi:


Ketika berkumpul dengan banyak orang dan anda berkepentingan untuk melakukan orasi, debat, rapat, presentasi atau apapun yang berhubungan dengan penyampaian maksud, maka ajian bangotongtong inilah yang harus di rapal:
Ingsun amatak ajiku si bangotontong
methongkrong tan biso ngucap sakabehing wong podho pitong
aku dewe kang mencorong biso ngomong

Dalam bahasa Indonesia:
Aku menancapkan ajiku si bangotontong
Nongkrong jika mengucap semua orang akan paham
Aku sendiri yang bersinar bisa omong

0 comments
Your Ad Here