Pada jaman dahulu ketika kekuatan masih dijadikan sebagai salah satu cara menunjukkan kekuasaan, maka diantara kerajaan akan saling berperang untuk menunjukkan kekuasaannya dan kemudian menguasai wilayah kerajaan yang dikalahkan.

Pada saat itulah kekuatan tanpa kesaktian tidak akan berarti apa-apa. Kesaktian para ksatria biasanya didapat melalui mantera yang diturunkan turun temurun oleh para leluhur. Diantara mantera, ajian, ataupun aji aji yang terkenal dahsyat untuk berperang adalah: Aji Lembu Sekilan, Aji Rawa rontek, Aji Gelap Ngampar, Aji Braja musti, Aji Wewe Putih dan banyak lagi Ajian yang bahkan sampai saat ini masih ada karena memang dilestarikan oleh kalangan tertentu, meskipun seiring berkembangnya jaman maka Ajian ini perlahan lahan mulai musnah.

Ajian Wewe Putih adalah salah satu Ajian dengan Mantera dahsyat yang biasa digunakan dalam peperangan, saat inipun masih ditemukan orang yang menggunakan ajian ini dalam perkelahian. Bisa dikatakan jika saat ini orang tersebut melakukan ajian ini dengan sempurna maka tidak ada yang bisa mengalahkannya, karena memang lawan tidak akan dapat mengikuti gerakannya yang teramat sangat-sangat cepat.


Ritual yang dilakukan:

Ngebleng selama 7 hari 7 malam dengan berselimut kain putih
Ritual dimulai hari Selasa Kliwon. Lihat kalender

Aji mantera ini harus dibaca ketika memulai pertarungan atau ketika berada didalam kesulitan dan bahaya:

Ingsun amatak Ajiku si Wewe Putih
Wewe putih gendongen aku
kudungono mego mendung cat tan katon
Wong sewu podho lamur
Pitos tan ono weruh kersaning Allah

Dalam bahasa Indonesia:
Aku menancapkan Aji Mantera ku si Wewe Putih
Wewe Putih gendonglah aku
Tutupilah mega mendung cat yang terlihat
Seribu orang pada buta
Pitos yang ada terlihat karena Allah


Penting:
Baca Peraturan

0 comments
Your Ad Here